Fish

Jumat, 23 Desember 2011

Intensitas Cahaya

Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 1
II. Pembiasan Cahaya (Refraksi)
Pembiasan cahaya adalah peristiwa penyimpangan atau pembelokan cahaya karena
melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya. Arah pembiasan cahaya dibedakan
menjadi dua macam yaitu :
a. mendekati garis normal
Cahaya dibiaskan mendekati garis normal jika cahaya
merambat dari medium optik kurang rapat ke medium
optik lebih rapat, contohnya cahaya merambat dari
udara ke dalam air.
b. menjauhi garis normal
Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal jika cahaya
merambat dari medium optik lebih rapat ke medium
optik kurang rapat, contohnya cahaya merambat dari
dalam air ke udara.
Syarat-syarat terjadinya pembiasan :
1) cahaya melalui dua medium yang berbeda
kerapatan optiknya;
2) cahaya datang tidak tegaklurus terhadap bidang
batas (sudut datang lebih kecil dari 90
O
)
Beberapa contoh gejala pembiasan yang sering dijumpai dalam kehidupan seharihari diantaranya :
dasar kolam terlihat lebih dangkal bila dilihat dari atas.
kacamata minus (negatif) atau kacamata plus (positif) dapat membuat jelas
pandangan bagi penderita rabun jauh atau rabun dekat karena adanya pembiasan.
terjadinya pelangi setelah turun hujan.
1. Indeks Bias
Pembiasan cahaya dapat terjadi  dikarenakan perbedaan laju cahaya pada kedua
medium. Laju cahaya pada medium yang rapat lebih kecil  dibandingkan dengan laju
cahaya pada medium yang kurang rapat. Menurut Christian  Huygens (1629-1695) :
“Perbandingan laju cahaya dalam ruang hampa dengan laju cahaya dalam suatu zat
dinamakan indeks bias.”
Secara matematis dapat dirumuskan :
dimana :
- n = indeks bias
- c = laju cahaya dalam ruang hampa ( 3 x 10
8
 m/s)
- v = laju cahaya dalam zat
Indeks bias tidak pernah lebih kecil dari 1
(artinya, n ≥1), dan nilainya untuk beberapa zat
ditampilkan pada tabel disamping.
v
c
n =
Tabel Indeks Bias Beberapa zat
Medium  n = c/v
Udara hampa
Udara (pada STP)
Air
Es
Alkohol etil
Gliserol
Benzena
Kaca
Kuarsa lebur
Kaca korona
Api cahaya/kaca flinta
Lucite atau plexiglass
Garam dapur (Natrium Klorida)
Berlian
1,0000
1,0003
1,333
1,31
1,36
1,48
1,50
1,46
1,52
1,58
1,51
1,53
2,42
r
r
i
i
udara
air
udara
air
cahaya
bias
cahaya
bias
Normal
Normal
cahaya
datang
cahaya
datang Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 2
Contoh :
1. Apa yang dimaksud indeks bias air = 1,3.
Jawab :
Yang dimaksud indeks bias air = 1,3 adalah perbandingan antara laju cahaya dalam
ruang hampa dengan laju cahaya di dalam air besarnya 1,3.
2. Hitung laju cahaya dalam berlian.
Penyelesaian :
Diketahui :
n = 2,42
c = 3 x 10
8
 m/s
Ditanyakan :
v = ... .
Jawab :
v x m s
x m s
v
n
c
v
24,1 10 /
42,2
00,3 10 /
8
8
=
=
=
2. Hukum Snell
Pada sekitar tahun 1621, ilmuwan Belanda bernama Willebrord Snell (1591 –1626)
melakukan eksperimen untuk mencari hubungan antara sudut datang dengan sudut
bias. Hasil eksperimen ini dikenal dengan nama hukum Snell yang berbunyi :
- sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar.
- hasil bagi sinus sudut datang dengan sinus sudut bias merupakan bilangan tetap
dan disebut indeks bias.
3. Pembiasan Cahaya pada Prisma
Bahan bening yang dibatasi oleh dua bidang
permukaan yang bersudut disebut prisma.
Besarnya sudut antara kedua permukaan itu
disebut sudut pembias (β).
Apabila seberkas cahaya masuk pada salah
satu permukaan prisma, cahaya akan
dibiaskan dari permukaan prisma lainnya.
Karena adanya dua kali pembiasan, maka
pada prisma terbentuklah sudut penyimpangan
yang disebut sudut deviasi.
Sudut deviasi adalah sudut yang dibentuk oleh perpotongan dari perpanjangan
cahaya datang dengan perpanjangan cahaya bias yang meninggalkan prisma.
P, Q, R, dan S menyatakan jalannya cahaya dari udara masuk ke dalam prisma
kemudian meninggalkan prisma lagi.
β
N1 N2
i1 r2
r1 i2
sudut
deviasi
P
Q R
S
cahaya Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 3
4. Pemantulan Internal Sempurna (Total Internal Reflection)
Pemantulan internal sempurna adalah pemantulan yang terjadi  pada bidang batas
dua zat bening yang berbeda kerapatan optiknya.
- Cahaya datang yang berasal dari air (medium optik lebih rapat) menuju ke udara
(medium optik kurang rapat) dibiaskan menjauhi garis normal (berkas cahaya J).
- Pada sudut datang tertentu, maka sudut biasnya akan 90
O
dan dalam hal ini berkas
bias akan berimpit dengan bidang batas (berkas K). Sudut datang dimana hal ini
terjadi dinamakan sudut kritis (sudut batas).
Sudut kritis adalah sudut datang yang mempunyai sudut bias 90
O
 atau yang
mempunyai cahaya bias berimpit dengan bidang batas.
- Apabila sudut datang yang telah menjadi sudut kritis diperbesar lagi, maka cahaya
biasnya tidak lagi menuju ke udara, tetapi seluruhnya dikembalikan ke dalam air
(dipantulkan)(berkas  L). Peristiwa inilah yang dinamakan pemantulan internal
sempurna Syarat terjadinya pemantulan internal sempurna :
1) Cahaya datang berasal dari zat yang lebih rapat menuju ke zat yang lebih
renggang.
2) Sudut datang lebih besar dari sudut kritis.
Beberapa peristiwa pemantulan sempurna dapat kita jumpai dalam kehidupan
sehari-hari, diantaranya :
a. Terjadinya fatamorgana
b. Intan dan berlian tampak berkilauan
c. Teropong prisma
d. Periskop prisma
e. Serat optik, digunakan pada alat telekomunikasi atau bidang kedokteran. Serat ini
digunakan untuk mentransmisikan percakapan telefon, sinyal video, dan data
komputer.
5. Pembiasan Cahaya pada Lensa
Lensa adalah benda bening yang dibentuk sedemikian rupa  sehingga dapat
membiaskan atau meneruskan hampir semua cahaya yang melaluinya. Ada dua jenis
lensa yaitu lensa cembung atau lensa positif dan lensa cekung atau lensa negatif.
5.1 Bentuk dan Sifat Lensa Cembung (Positif)
Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal dari bagian
tepinya. Lensa cembung terdiri dari 3 macam yaitu :
1) Lensa bikonveks (cembung ganda) yaitu lensa kedua permukaannya cembung.
2) Lensa  plankonveks (cembung datar) yaitu lensa yang permukaannya satu
cembung dan yang lain datar.
3) Lensa  konkaf konveks (meniskus cembung/cembung cekung) yaitu lensa yang
permukaannya satu cembung yang lainnya cekung.
udara
air
cahaya
datang
cahaya bias
cahaya pemantulan
sempurna
J K L
bidang batas udara - air Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 4
Lensa cembung bersifat konvergen atau mengumpulkan cahaya. Titik dimana
cahaya mengumpul disebut titik fokus.
5.2 Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung
Setiap lensa mempunyai dua buah titik fokus di sebelah kiri dan kanannya, tetapi
ke dua jarak fokus ke lensanya sama. Agar lebih mudah memahami pembentukan
bayangan yang terjadi, maka perhatikan bagian-bagian lensa cembung di bawah ini:
SU   : sumbu utama
O   : titik pusat optik lensa
f1 dan f2  : titik api (fokus) lensa.
O - f1 dan O - f2 : f = jarak titik api lensa.
R1 dan R2  : jari-jari kelengkungan lensa.
I, II, III  : nomor ruang untuk meletakkan benda
(I), (II), (III), (IV) : nomor ruang untuk bayangan benda
1) Tiga berkas cahaya/sinar istimewa pada lensa cembung
a. Sinar datang sejajar sumbu utama (SU) akan dibiaskan  melalui titi api
(fokus/f);
b. Sinar datang melalui titik api (f) akan dibiaskan sejajar sumbu utama (SU);
cembung ganda  cembung datar meniskus cembung
SU
SU
benda  a
benda
a
b
O
O
f1
f2
R1
R2
(IV)  (I)  (II) (III)
III  II  I
f1
f1
f2
f2
SU
M1 O  M2Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 5
c. Sinar datang melalui titik pusat optik lensa (O) tidak dibiaskan melainkan
diteruskan.
Sebenarnya, dua dari tiga berkas cahaya ini sudah cukup untuk mencari lokasi
titik bayangannya, yang merupakan titik perpotongannya. Penggambaran yang
ketiga dapat digunakan untuk memeriksa.
Lensa cembung mempunyai sifat seperti cermin cekung. Oleh  karena itu
bayangan yang dibentukpun hampir sama, yaitu :
- Bayangan nyata, terjadi dari perpotongan sinar-sinar bias yang mengumpul.
Bayangan nyata pada lensa cembung terjadi jika benda teletak di ruang II dan III.
- Bayangan maya, terjadi dari perpotongan perpanjangan sinar-sinar bias yang
divergen (menyebar). Bayangan maya pada lensa cembung terjadi jika benda
terletak di ruang I.
2) Pembentukan bayangan pada lensa cembung dan sifat bayangannya
a. Benda terletak lebih jauh dari dua jarak fokus (di ruang III)
Sifat bayangan yang terjadi :
- nyata (dibelakang lensa)
- terbalik
- di ruang (II)
- diperkecil (dari III ke (II))
Untuk selanjutnya, harap dilukis sendiri!
b. Benda terletak antara jarak fokus dengan dua kali jarak fokus (di ruang II)
SU
a
c
b
O
f1 f2
M2
M1 f2 M2
f1
O
O
M1 f1 f2Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 6
Sifat bayangan yang terjadi :
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
c. Benda terletak antara lensa dengan titik fokus (di ruang I)
Sifat bayangan yang terjadi :
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
d. Benda terletak di dua kali jarak fokus (di titik M1)
Sifat bayangan yang terjadi :
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
e. Benda terletak di titik fokus (f2)
M1 f2 M2
f1
M1 f2 M2
f1
M1 f2 M2
f1
O
O
O Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 7
Sifat bayangan yang terjadi :
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
5.3 Bentuk dan Sifat Lensa Cekung
Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis dari bagian
tepinya. Lensa cekung terdiri dari 3 macam yaitu :
1) Lensa bikonkaf (cekung ganda) yaitu lensa kedua permukaannya cekung.
2) Lensa  plankonkaf (cekung datar) yaitu lensa yang permukaannya satu cekung
dan yang lain datar.
3) Lensa  konveks konkaf (meniskus cekung/cekung cembung) yaitu lensa yang
permukaannya satu cekung yang lainnya cembung.
Lensa cekung bersifat divergen atau menyebarkan cahaya.
5.4 Pembentukan Bayangan pada Lensa Cekung
Lensa cekung bersifat seperti cermin cembung. Oleh karena itu, lensa cekung
mempunyai titik api (fokus) yang dinyatakan dengan negatif. Agar lebih mudah
memahami pembentukan bayangan yang terjadi, maka perhatikan bagian-bagian
lensa cekung di bawah ini:
SU   : sumbu utama
O   : titik pusat optik lensa
f1 dan f2  : titik api (fokus) lensa.
O - f1 dan O - f2 : f = jarak titik api lensa.
R1 dan R2  : jari-jari kelengkungan lensa.
 
cekung ganda cekung datar meniskus cekung
f1
f2
R1
R2
SU
O
M1
M2Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 8
1) Tiga berkas cahaya/sinar istimewa pada lensa cembung
a. Sinar datang sejajar sumbu utama (SU) akan dibiaskan seolah-olah dari titik
api (f1);
b. Sinar datang seolah-olah menuju titik api (f2) akan dibiaskan sejajar sumbu
utama (SU)
c. Sinar datang melalui titik pusat optik lensa (O) tidak dibiaskan melainkan
diteruskan.
Lensa cekung hanya dapat membentuk satu macam bayangan, yaitu bayangan
maya dari benda yang terletak di depan lensa dengan sembarang penempatan.
2) Pembentukan bayangan pada lensa cekung dan sifat bayangannya
Sifat bayangan yang terjadi :
- maya (di depan lensa)
- tegak
- diperkecil
SU
f1 O f2
SU
f1 O  f2
SU
f1 O  f2
SU
M1 f1 O  f2 M2Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 9
Untuk selanjutnya harap dilukis sendiri!
a.
Sifat bayangan yang terjadi :
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
b.
Sifat bayangan yang terjadi :
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
5.5 Hubungan antara Jarak Benda, Jarak Bayangan, dan Jarak Titik Fokus
So  = jarak benda ke lensa
Si  = jarak bayangan ke lensa (bernilai negatif bila
   bayangan yang dihasilkan bersifat maya)
f  = jarak titik api lensa (berharga positif)
M = perbesaran bayangan
ho  = tinggi benda
hi = tinggi bayangan
M1 M2
M1 f2 M2
f2
S S f
o i
1 1 1
+ =
o
i
o
i
h
h
S
S
M = = i o
h = M × h
f1
f1Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 10
Hubungan antara jarak benda (So), jarak bayangan (Si), dan jarak fokus (f)
Sama halnya pada cermin lengkung, pada lensa juga berlaku persamaan :
Keterangan :
- So = jarak benda
- Si  = jarak bayangan
- f  = jarak fokus
- R  = jari-jari kelengkungan lensa
- M  = perbesaran bayangan
- ho = tinggi benda
- hi  = tinggi bayangan
Untuk lensa cembung, penggunaan persamaan tersebut dengan memperhatikan
tanda sebagai berikut :
- f bernilai positif (+) menunjukkan jarak fokus lensa cembung.
- So bernilai positif (+) menunjukkan bendanya nyata.
- Si bernilai positif (+) menunjukkan bayangannya nyata (berada dibelakang lensa)
- Si bernilai negatif (-) menunjukkan bayangannya maya (berada di depan lensa)
Sedangkan untuk lensa cekung :
- f  bernilai negatif (-) menunjukkan jarak fokus lensa cekung.
- So bernilai positif (+) menunjukkan bendanya nyata.
- Si bernilai negatif (-) menunjukkan bayangannya maya (berada di depan lensa).
Lensa cekung selalu membentuk bayangan maya walaupun letak benda diubahubah di depan lensa cekung.
Contoh Soal :
1. Sebuah benda yang tingginya 5 cm terletak 9 cm di depan lensa cembung. Jika
jarak fokus lensa 6 cm, tentukanlah :
a. jarak bayangannya
b. perbesarannya
c. tinggi bayangannya
Penyelesaian :
Diketahui :
ho = 5 cm
So = 9 cm
f = 6 cm
So Si f
1 1 1
+ =
2
R
f =
ho
hi
So
Si
M = = hi = M × hoKonsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 11
Ditanyakan :
a. Si = ... .
b. M = ... .
c. hi = ... .
Jawab :
a.     b.      c.  
2. Sebatang lilin yang tingginya 12 cm diletakan di depan lensa cekung sejauh 10
cm. Jika jarak fokusnya 15 cm, tentukan :
a. jarak bayangannya
b. perbesarannya
c. tinggi bayangannya
Penyelesaian :
Diketahui :
ho = 12 cm
So = 10 cm
f = - 15 cm
Ditanyakan :
a.  Si = ... .
b.  M = ... .
c.  hi = ... .
Si cm
Si
Si
Si
Si
Si f So
So Si f
18
2
36
1
36
1 2
36
4
36
1 6
9
1
6
1 1
1 1 1
1 1 1
=
=
=
= −
= −
= −
+ =
M kali
cm
cm
M
So
Si
M
2
9
18
=
=
=
hi cm
hi x cm
hi M ho
10
2 5
=
=
= ×Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 12
Jawab :
a.      b.    c.
5.6Kekuatan (Daya) Lensa
Kekuatan lensa atau daya lensa adalah kemampuan suatu lensa untuk
memusatkan/mengumpulkan atau menyebarkan berkas sinar yang diterimanya.
Besarnya daya (P) lensa berkebalikan dengan jarak titik apinya (fokus). Semakin
kecil fokus semakin besar daya lensanya.
Keterangan :
P = daya lensa, satuannya dioptri
f = jarak titik api, satuannya meter (m)
Contoh soal :
1. Raka seorang pelajar SMP menggunakan kacamata dari lensa yang mempunyai
titik api – 200 cm. Hitung daya lensa kacamata tersebut!
Penyelesaian :
Diketahui :
f = - 200 cm = - 2 m
Ditanyakan :
P = ... .
Jawab :
P dioptri
m
P
f
P
5,0
2
1
1
= −

=
=
Jadi, daya lensa dari kacamata itu – 0,5 dioptri atau dengan kata lain Raka
menggunakan kacamata minus setengah ( - 0,5 ).
Si cm
Si
Si
Si
Si
Si f So
So Si f
6
5
30
1
30
1 5
30
3
30
1 2
10
1
15
1 1
1 1 1
1 1 1
= −
= −
= −
= − −


=
= −
+ =
M kali
M
cm
cm
M
So
Si
M
6,0
10
6
10
6
=
=

=
=
hi cm
hi cm
hi M ho
2,7
6,0 12
=
= ×
= ×
f
P
1
=Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 13
2. Pak Agus adalah seorang guru yang menggunakan kacamata + ¾ dioptri. Hitung
titik api dari kacamata tersebut!
Penyelesaian :
Diketahui :
P = + ¾ dioptri
P = + 0,75 dioptri
Jawab :
f meter
f
f
f
f
P
33,1
75,0
1
75,0 1
1
75,0
1
=
=
=
=
=
Jadi, titik api dari lensa kacamata tersebut besarnya 1,33 meter.
5.7 Kegunaan Lensa
Lensa cembung banyak digunakan pada kamera, lup, mikroskop, dan kacamata
sedangkan lensa cekung banyak pula digunakan pada alat-alat optik diantaranya
kacamata dan teropong.
6. Dispersi Cahaya
6.1 Dispersi
Apabila seberkas cahaya putih atau
cahaya polikromatis melewati sebuah
prisma maka cahaya tersebut akan
diuraikan menjadi berbagai warna.
Penguraian cahaya ini menjadi warna-warna
cahaya monokromatis disebut  dispersi
(hamburan) cahaya. Warna-warna yang
keluar dari prisma dapat diamati dengan
memasang layar (seperti terlihat pada
gambar). Deretan warna yang tampak pada
layar disebut spektrum warna.
Dispersi cahaya terjadi karena setiap warna cahaya mempunyai indeks bias yang
berbeda-beda. Cahaya merah mempunyai indeks bias terkecil sedangkan cahaya ungu
mempunyai indeks bias terbesar sehingga cahaya merah mengalami  deviasi
(penyimpangan) terkecil sedangkan warna ungu mengalami deviasi terbesar.
Dinding atau layar
merah
jingga
kuning
hijau
biru
ungu
cahaya
putih
Ditanyakan :
f = ... . Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 14
6.2 Pelangi
sinar matahari
butiran
air
hujan

Terjadinya pelangi
disebabkan oleh peristiwa
dispersi cahaya matahari
melalui butiran air hujan di
udara dan diurai menjadi
warna spektrum. Warna
spektrum inilah tampak
terlihat berupa pelangi di
udara.
Sinar matahari jatuh ke
butir butir air di udara. Sinar
tersebut memasuki butiran,
lalu dipantulkan sempurna,
kemudian dibiaskan keluar
dari butiran air.Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 15
UJI KOMPETENSI
I.  PILIHAN GANDA
1. Jika seberkas cahaya melewati dua jenis zat optik yang berbeda kerapatannya akan
mengalami ... .
a. peruraian/dispersi
b. penyimpangan/deviasi
c. pemantulan/refleksi
d. pembiasan/refraksi
2. Pembiasan merupakan gejala perubahan ... .
a. laju rambat cahaya dalam medium
b. rambatan cahaya dalam medium yang berbeda
c. arah rambat cahaya dalam medium yang berbeda kerapatan optiknya
d. rambatan cahaya dalam medium yang berbeda kerapatan optiknya
3. Berkas sinar yang jatuh dari udara ke air akan tampak  patah atau membelok. Hal ini
disebabkan air dan udara berbeda ... .
a. wujud
b. kerapatan
c. kerapatan jenis
d. kerapatan optik
4. Kedalaman dasar danau yang berair jernih oleh orang yang berada di atas permukaaan
airnya akan  tampak ... .
a. tetap
b. lebih dalam
c. lebih dangkal
d. semuanya benar
5. Pada waktu cahaya merambat dari medium rapat ke medium yang kurang rapat terjadi
sudut bias sebesar 90
O
. Sudut datang yang menghasilkan sudut bias sebesar 90
O
dinamakan sudut ... .
a. pantul
b. kritis
c. normal
d. bias
6. Sinar yang datang dari kaca planparalel akan keluar dari kaca planparalel dengan ... .
a. sudut bias 60
O
b. sejajar dengan sinar datang ke kaca planparalel
c. bedarnya sama dengan sudut bias dalam kaca planparalel
d. tidak dibiaskan
7. Laju cahaya dalam benzena 2 x 10
8
 m/s. Jika laju cahaya dalam ruang hampa 3 x 10
8
 m/s,
maka indeks bias benzena ... .
a. 0, 67
b. 1,00 Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 16
c. 1,50
d. 6,00
8. Pembiasan yang benar ditunjukkan oleh gambar ... .
a. .      c.   .
b. .      d.   .
9. Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh ... .
a. dua bidang lengkung
b. dua bidang datar
c. bidang lengkung dan bidang datar
d. dua bidang sehingga membiaskan berkas sinar sejajar menjadi berkas konvergen atau
berkas divergen
10. Lensa cembung dinamakan juga lensa ... .
a. divergen
b. negatif
c. konvergen
d. plan paralel
11. Lensa yang selalu membentuk bayangan yang bersifat maya dan diperkecil adalah ... .
a. lensa cekung
b. lensa positif
c. lensa cembung
d. lensa plan paralel
12. Lensa cembung banyak manfaatnya diantaranya digunakan dalam alat ... .
a. mikroskop
b. spion kendaraan
c. kacamata miop
d. kecamata normal
13. Lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian pinggirnya disebut ... .
a. lensa cembung
b. lensa konvergen
c. lensa cekung
d. lensa positif
udara
air
udara
air
udara
air
udara
airKonsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 17
14. Sinar istimewa pada lensa cembung, dimana sinar datang sejajar sumbu utama akan ... .
a. dibiaskan melalui titik pusat optik lensa
b. dibiaskan seolah-olah berasal dari titik api lensa
c. dibiaskan menuju titik api utama
d. diteruskan tanpa mengalami pembiasan
15. Sebuah benda berdiri tegak sejauh 5 cm di depan lensa cembung yang memiliki jarak
fokus 10 cm. Sifat bayangan yang terjadi ... .
a. di depan lensa; tegak, diperbesar
b. di depan lensa; tegak, diperkecil
c. di belakang lensa; terbalik, diperkecil
d. di belakang lensa; terbalik, diperbesar
16. Sebuah benda berdiri tegak sejauh 15 cm di depan  lensa cembung. Jika bayangan
terbentuk sejauh 30 cm di depan lensa cembung, maka jarak fokus lensa tersebut ... .
a. 5 cm
b. 10 cm
c. 15 cm
d. 20 cm
17. Lensa cekung yang memiliki jarak fokus 20 cm di depannya diletakan sebuah benda
dengan jarak 10 cm. Sifat bayangan yang dibentuk ... .
a. maya, tegak, diperkecil
b. maya, terbalik, diperbesar
c. maya, tegak, diperbesar
d. nyata, terbalik, diperkecil
18. Perbesaran yang dihasilkan dari sebuah lensa konvergen, apabila benda terletak 12 cm di
depan lensa menghasilkan bayangan terletak 60 cm di belakang lensa adalah ... .
a. 0,2 kali
b. 5 kali
c. 48 kali
d. 72 kali
19. Perbesaran yang dihasilkan oleh sebuah lensa divergen yang berjarak fokus 20 cm adalah
0,25, maka letak benda tersebut ... .
a. 20 cm
b. 30 cm
c. 40 cm
d. 60 cm
20. Seseorang menggunakan kacamata yang mempunyai kekuatan  lensa 2 dioptri. Artinya
orang tersebut menggunakan kacamata berlensa ... .
a. positif dan jarak titik api lensa 2 cm
b. positif dan jarak titik api lensa 50 cm
c. negatif dan jarak titik api lensa 2 cm
d. negatif dan jarak titik api lensa 50 cm Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 18
21. Peristiwa apa yang terjadi pada gambar di bawah ini!
a. pemantulan sempurna
b. pembiasan cahaya
c. pemantulan difus
d. pembiasan sempurna
22. Sudut yang terbentuk oleh perpanjangan sinar yang masuk ke dalam prisma dan
perpanjangan sinar yang keluar dari prisma disebut sudut ... .
a. batas
b. deviasi
c. minimum
d. maksimum
23. Pada prisma, warna cahaya yang mengalami deviasi terbesar adalah ... .
a. merah
b. kuning
c. biru
d. ungu
24. Berkas cahaya putih dari cahaya matahari bila dijatuhkan pada prisma kaca akan terurai
menjadi warna-warna ... .
a. merah, jingga, abu-abu, ungu, hijau
b. kuning, hijau, merah, ungu, nila
c. ungu, biru, kuning, hijau, jingga, merah
d. merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu
25. Yang mempunyai indeks bias terkecil dari peristiwa dispersi cahaya oleh prisma adalah
warna ... .
a. ungu
b. biru
c. jingga
d. merah
26. Dispersi cahaya  terjadi karena ... .
a. laju rambat tiap cahaya berwarna berbeda-beda
b. indeks bias tiap warna cahaya sama saja
c. cahaya melewati dua zat bening yang berbeda
d. indeks bias tiap warna cahaya berbeda
27. Warna cahaya yang mempunyai panjang gelombang terkecil adalah ... .
a. ungu
b. biru
c. jingga
d. merah
  Konsep Cahaya
smpn9depok/pembiasan cahaya/johan/okt’08 19
28. Terjadinya pelangi adalah karena cahaya matahari diuraikan dan dibiaskan oleh ... .
a. lapisan atmosfer
b. butir-butir hujan yang ada di udara
c. uap air yang ada di lapisan atmosfe
d. awan tebal yang ada pada lapisan atmosfer
29. Pelangi mungkin dapat kita lihat bila ... .
a. matahari dan hujan ada dibelakang kita
b. kita menghadap ke hujan dan matahari ada di belakang kita
c. kita menghadap ke matahari dan hujan ada di depan kita
d. matahari ada di atas kita, dan dibiaskan oleh uap air yang ada di sekitarnya
30. Peristiwa fatamorgana disebabkan ... .
a. temperatur daratan yang tinggi
b. debu-debu yang bertebaran di udara
c. lapisan udara di dekat dataran yang memuai dan membiaskan sinar.
d. Sinar matahari diuraikan titik-titik air.
II. URAIAN
1. Laju cahaya dalam air laut 2,1 x 10
8
 m/s. Jika laju cahaya dalam ruang hampa 3 x 10
8
 m/s,
tentukan indeks bias air laut!
2. Benda setinggi 5 cm berdiri tegak di depan lensa cembung sejauh 10 cm. Jika jarak fokus
lensa 6 cm, tentukan :
a. jarak, perbesaran, dan tinggi bayangan benda oleh lensa
b. sifat bayangan yang terjadi
c. lukisan perjalanan sinar pembentukan bayangannya
3. Sebuah lensa divergen mempunyai jarak titik api 20 cm. Berapakah kekuatan lensa
tersebut?
4. Urutkan warna-warna cahaya tampak berdasarkan :
a. panjang gelombang pendek ke panjang gelombang panjang!
b. Indeks bias kecil ke indeks bias besar!
5. a. Bagaimana caranya menunjukkan bahwa cahaya matahari termasuk cahaya
    polikromatis?
b. Apa akibatnya bila cahaya monokromatis datang pada prisma?
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar