Minggu, 25 Desember 2011

sejarah pembukuan Al-qur'an

 Saudaraku,Sesama muslim.Apa kabar? Kembali al fakir hadir (lewat tulisan) kehadapan sidang pembaca,kali ini sesuai judul tersebut diatas,perkenankan al fakir menyampaikan(sedikit ilmu yang kami miliki)sejarah pembukuan Al Qur`an sebagai sumber hukum pertama dan yang menjadi pedoman bagi umat manusia diseluruh alam ini.

Mengenai sejarah turunnya dan keutamaan Al Qur`an itu sendiri sudah antum(sidang pembaca) memahaminya secara baik bukan? (lihat tulisan dengan judul tersendiri karya H.Sunaryo.A.Y. Setentang pembahasan sejarah turunnya Al Qur`an).

         Sidang pembaca, ada baiknya kita mengetahui bagaimana sesungguhnya latar belakang dilakukannya pembukuan Al Qur`an.Sebuah riwayat menerangkan bahwa Sayyidina Umar Ibnu Khattab merasa khawatir sekali,karena perang Yamamah yang baru saja usa i itu telah merenggut nyawa 70(tujuhpuluh) Sahabat Penghapal Al Qur`an(Huffazh).Iapun segera menghadap Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq.

         “ Wahai Abu Bakar sungguh telah terjadi bencana besar”kata Sayyidina umar Ibnu Khattab.
          ”Bencana apa yang kau maksud itu wahai Umar?”
          ”Tujuh puluh oran g Huffazh syahid diperang Yamamah.Padahal kita masih akan                 menghadapi berbagai peperangan yang mungkin bisa mernggut lebih banyak korban,lebih banyak huffazh.Saya takut nanti tidak ada lagi huffazh diantara kita.Dan Al Qur`an menjadi dilupakan tidak ada yang membaca.”
          “Lalu apa saranmu?”tanya Khalifah Sayyidina Abu Bakar Ash Siddiq
         .”Saya menyarankan agar tulisan- tulisan Al Qur`an yang ada dilembaran-lembaran(Shuhuf)pelefah kurma,kulit binatang,lempengan batu atau apa saja semuanya dikumpulkan dan dihimpun menjadi satu mushaf”.Mendengar usulan Sayyidina Umar Ibnu Khattab itu,Khalifah tercenung.Namun beberapa saat kemudian beliau menyatakan keberatannya atas usul itu beliau tidak berani melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Nabi SAW.

            Baru setelah Sayyidina Umar meyakinkannya  dengan argument-argument yang kuat,beliau(Khalifah Abu Bakar Siddiq)menyetujuinya.Maka ditunjuklah panitia pembukuan Al Qur`an yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit dibantu oleh Usman bin Affan,Ali bin Abi Thalib,Ubay bin Kaab dan lain-lain.
            Saudaraku,demikian latar belakang dilakukannya pembukuan Al Qur`an.Pada masa Rasulllah SAW berbagai usa ha telah dilakukan agar Al Qur`an tetap terpelihara utuh dan lengkap.

         Usaha-usaha tersebut membawa hasil,tugas pencatatan wahyu naskah yang berserakan telah terkumpul dan terpelihara dengan  baik akan tetapi belum tersusun kedalam satu mushaf.Dalam pembukuan  Al Qur`an ini meskipun Zaid bin Tsabit hafal,namun agar tidak terjadi kesalahan ia mencocokkan hasilnya dengan hafalan dan catatan dari Sahabat-sahabat yang lain.

         Setelah dibukukan secara keseluruhan dengan ur utan-urutan sebagaimana pernah dijelaskan oleh Rasullullah SAW,lembaran lembaran Al Qur`an yang terdapat di berbagai tempat dapat terkumpul menjadi sebuah mushaf dan diserahkan kepada Khalifah Abu Bakar Ash Siddiq.

         Setelah Khalifah Abu Bakar Ash Siddiq wafat,mushaf tersebut dipindahkan kerumah Sayyidina Umar Ibnu Khattab,Khalifah pengganti Sayyidina Abu Bakar Ash Siddiq.Selanjutnya setelah Khalifah Umar Ibnu Khattab wafat,mushaff Al Qur`an disimpan dirumah putrinya yang bernama Hafsah(istri Rasulullah)sampai pada masa pengumpulan dan penyusunan masa Sayyidina Usman bin Affan.

         Mushaff tersebut diakui oleh seluruh Sahabat sebagai mushaf Al Qur`an yang shahih tanpa cacat dan tidak seorangpun Sahabat waktu itu membantah.Pada saat  pemerintahan Islam dipimpin oleh Sayyidina Usman bin Affan (pengganti Khalifah Umar Ibnu Khattab) wilayah yang dikuasai semakin luas.Jumlah penganut Islampun semakin banyak.Namun demikian mereka tetap berpedoman kepada satu kitab,yaitu Al Qur`an.
         Akan tetapi naskah Al Qur`an yang mereka miliki terkadang terdapat perbedaan seperti susunan dan cara membacanya.Disebabkan adanya perbedaan dialek( gaya bahasa)setiap daerah dan hal ini tidak jarang menimbulkan pertikaian dikalangan umat Islam.Dan bukan mustahil lama kelamaan bisa menjadi menimbulkan perpecahan umat.

         Untuk mengatasi masalah seperti ini seorang Sahabat bernama Huzaifah bin Yaman merasa prihatin.Huzaifah sering menyaksikan secara langsung bentuk-bentuk perselisihan dikarenakan adanya  perbedaan-perbedaan.Kemudian ia(Huzaifah) melaporkan dan mengusulkan kepada Khalifah Usman bin Affan agar dibentuk panitia pembukuan Al Qur`an dengan harapan agar terjadi keseragaman.

         Usul Huzaifah  diterima,kemudian dibentuklah panitia yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit dengan dibantu beberapa oran g sahabat yaitu Sahabat Abdulllah bin Zubair,Said bin Ash dan Sahabat Abdurrahman bin Haris bin Hisyam.Tugas panitia ini adalah menyalin dari lembaran- lembaran asli menjadi buku yang dapat dijadikan pedoman oleh seluruh umat Islam.

*Dengan tujuan sebagai berikut:

1. Menyatukan satu mushaf yang sama bacaan maupun ejaannya bagi seluruh kaum muslimin diseluruh dunia.

2. Menjadikan mushaf Usman sebagai pedoman dalam bacaan dan ejaan.Sedangkan bacaan dan ejaan yang tidak sesuai dengan bacaan dan ejaan Usman tidak dibolehkan lagi.

3. Meyeragamkan tertib surat-suratnya,seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Ada beberapa nasehat Sayyidina Usman bin Affan yang disampaikan kepada panitia pembukuan Al Qur`an dalam melaksanakan tugasnya.
*Antara lain sebagai berikut:

a.Agar panitia mengambil pedoman  kepada siapa saja yang hafal Al Qur`an

b.Jika terdapat perselisihan tentang bacaan(dialek)maka harus ditulis menurut dialek suku Quraisy.Alasannya,sebab Al Qur`an diturunkannya menurut dialek suku(Quraisy)tersebut.

        Setelah selesai,mushaf hasil salinan yang dikerjakan oleh panitia dinamakkan “Al-Mushaf” sedangkan mushaf yang dipinjam dari Hafsah dikembalikan.Panitia membuat lima salinan(Copy)mushaf.Empat buah dikirim keMekkah,Syria,Basrah dan kufah.Diempat tempat tersebut disalin pula sesuai dengan mushaf induk ini.Satu buah ditinggalkan dimadinah untuk disimpan oleh Usman bin Affan sendiri.Mushaf itulah yang disebut “Mushaf Al Imam.”

         Mushaf yang ditulis pada masa Usman inilah yang dijadikan sebagai Satu- satunya rujukan dalam menyalin Al Qur`an diseluruh dunia hingga sekarang ini.
         Saudaraku sesama muslim,sampai disini saya sudahi dulu tulisan (religius)saya.Terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Kita jumpa lagi Insya Allah dengan tulisan saya yang lain pada kesempatan yang lain.Wa afwa minkum  wassalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar